Haya' dan Ìffah Dalam Pandangan Alquran

Haya’ dan ‘iffah
Haya’ adalah perubahan yang menimpa seseorang disebabkan takut dinilai negatif (dicela) sehingga senantiasa menjaga dirinya baik ucapan ataupun perbuatan dari  keburukan dan kesembronoan dalam menunaian hak kepada orang yang berhak (baik pencipta maupun makhluk).
Cinta mendorong seseorang untuk mengutarakan.
Haya’ menarik/ menekan seseorang untuk diam.
Takut mengakibatkan seseorang menjadi risau.
Haya’ ada dua:
1.      Haya’ fithriy : haya’yang dibawa seseorang sejak lahir.
Contoh:  anak yang merasa malu ketika pakaiannya terbuka ditempat umum,.
2.      Haya’ kasbiy: haya’ yang  dibentuk berdasarkan tuntunan agama, sehingga seseorang tercegah dari perbuatan yang tercela menurut tuntunan agama karena malu dilihat Allah atau menjauhi perintahNya.
Sifat ini termaktub dalam al-Quran:
1-      Surat al-baarah/2: 26.
2-      Surat al-Ahzab/33: 53
3-      Surat al-Qoshosh/28: 25


‘iffah adalah pencegahan jiwa dari perkara yang tidak halal dan baik sehingga dapat mengendalikan nafsu.
Iffah merupakan kondisi yang seimbang antara sifat fujur(selalu menurutkan hawa nafsu ) dan jumud (meniadakan hawa nafsu).
‘iffah berbeda dengan qona’ah karena Qona’ah hanya menganggap cukup sesuatu  yang sedikit untuk memenuhi kebutuhan badan meskipun tidak menjaga mulut dari perkataan yang tidak bermanfaat dan tidak menjaga dari larangan Allah.
Dalam hal ini qonaah dapat berbeda-beda tergantung dari  perbedaan cara pandang dan keadaan.
Dalam hal ini termaktub dalam al-Quran:


1-      Surat al-Baqarah/ 2: 273
2-      Surat an-Nisa’/ 4: 6
3-      Surat an-Nur/ 24: 32-33
`--      Surat  an-Nur/ 24: 58-60
5-      Surat an-Nur/ 24: 27-29

0 Response to "Haya' dan Ìffah Dalam Pandangan Alquran"

Posting Komentar