Muhkam dan Mutasyabih dalam al Quran
Terdapat tiga pandangan dalam masalah ini:[1]
1.
Semua al Quran dihukumi
muhkam.
2.
Semua al Quran dihukumi
mutasyabih.
3.
Sebagian al Quran
dihukumi muhkam sebagian yang lain mutasyabih.
Allah mensifati al Quran
dengan muhkam pada beberapa ayat, sebagaimana yang tertulis dalam firman-Nya أُحْكِمَتْ
آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ dalam arti semua ayatnya muhkam (jelas), berita-beritanya hak
dan benar, tiada pertentangan dan perbedaan didalamnya, perintah-perintahnya
baik, berkah dan patut, larangan-larangannya mengakibatkan kejelekan, bahaya,
akhlak yang rendah dan perbuatan jahat.
Disamping itu, Allah juga
mensifati mutasyabih(serupa/ sepadan), sebagaiman yang tertulis dalam
firman-Nya اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ
الْحَدِيثِ كِتَاباً مُتَشَابِهاً dalam
arti sepadan dalam kebaikan, kebenaran, hak dan mendatangkan makna-makna yang bermanfaat
dan mengembangkan pemikiran, mensucikan kalbu, memperbaiki dalam hal apapun, lafazh
dan maknanya paling akurat.
Allah mensifati Sebagian al
Quran dihukumi muhkam sebagian yang lain mutasyabih, sebagaimana yang tertulis
dalam firman-Nya مِنْهُ آيَاتٌ مُحْكَمَاتٌ
هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ
Dalam arti ahli ilmu akan mengembalikan ke ayat muhkam bila
menemui ayat mutasyabih, secara otomatis menjadi muhkam, dengan berlandaskan
firman-Nya كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا tiada pertentangan
didalamnya, bila terdapat ayat mutasyabih di satu tempat maka ditafsirkan pada tempat
lain yang muhkam, alhasil tercapailah ilmu dan sirnalah keragu-raguan, muhkam
merupakan induk al Quran oleh sebab itu semua akan dikembalikan kepadanya.
Ibnu Katsir memberikan
penjelasan dalam menafsiri surat Ali `Imran bahwa Allah menjelaskan di dalam al
Quran terdapat ayat-ayat yang muhkam sebagai induk kitab dalam arti terang dan
jelas petunjuknya serta tiada keserupaan didalamnya bagi seorangpun, sebagian
yang lain serupa petunjuknya atas orang banyak atau sebagian, siapapun yang
mengembalikan sesuatu yang mutasyabih kepada muhkam dan menetapkan muhkam pada
yang mutasyabih akan mendapatkan petunjuk, akan tetapi jika membalikkannya maka
akan terbalik (tersesat), karena hal ini, Allah berfirman هن
أم الكتاب dalam
arti jika terjadi keserupaan akan dikembalikan ke induknya. وأخر
متشابهات maksudnya
petunjuknya sesuai dengan ayat yang muhkam dan terkadang dari lafazh dan
susunannya, bukan dari tujuannya (maksudnya).
[1]
Permasalahan ini sangat penting, kalau tidak diperhatikan akan menimbulkan
kesalahpahaman dan menimbulkan pertentangan, di ayat satu menyatakan muhkam,
dilain ayat mutasyabih bahkan ada yang menyatakan sebagian muhkam sebagian
mutasyabih.
0 Response to "Muhkam dan Mutasyabihat Dalam AlQuran"
Posting Komentar